MENCIPTAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG UNGGUL DAN BERDAYA SAING
Sejak zaman pemerintahan Belanda, Sulawesi Utara sangat dikenal sebagai gudangnya orang-orang pintar. Dari sekian banyak Pahlawan Nasional, Sulawesi Utara memberikan kontribusi yang paling besar. Dalam proses kemerdekaan, orang-orang Sulawesi Utara menjadi otak dan arsitektur kemerdekaan Indonesia: Dr. G.S.J. Sam Ratulangi, MR. A.A Maramis dan Babe Palar telah menggoncangkan dunia sehingga Indonesia boleh medeka dan diakui oleh bangsa-bangsa di dunia. Setelah kemerdekaan, negeri jiran Malaysia meminta guru-guru Matematika dari Minahasa, Sulwesi Utara untuk mendidik warganya.
Saat ini untuk menigkatkan sumber daya yang unggul, Sulawesi Utara harus melewati antrean panjang akibat birokrasi di negeri ini sehingga menghilangkan banyak peluang warga kita dalam mendapatkan training, upgrading dan bahkan developing program-program Human Resources Development (HRD) atau Sumber Daya Manusia (SDM). Akibatnya, anak-anak kita kehilangan banyak peluang untuk bersaing pada posisi-posisi strategis dan bahkan pada pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan profesionalisme yang tinggi.
Akibat daya saing yang lemah, sumber daya kita kalah bersaing di tingkat internasional, nasional dan bahkan di daerah sendiri karena Manado dan sekitarnya dibanjiri tenaga-tenaga dari provinsi atau pulau lain yang lebih unggul karena kemudahan akses mendapatkan pengembangan / pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia.
Jika saya duduk sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara, maka akan mengawal ketat program pengembangan Sumber Daya Manusia yang merupakan tanggung jawab negara yang sudah diamanahkan dalam undang-undang dasar 1945 pasal 31 ayat (4) dan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 49 ayat (1).